
Keterangan Gambar : Suasana pemotongan hewan kurban di rumah pemotongan hewan (RPH) yang ada di Kabupaten Mamuju, Minggu (10/7/2022).
ESENSI7.COM, MAMUJU- Sebanyak 161 ekor sapi dan delapan ekor kambing dikurbankan pada hari raya Iduladha 2022 di kota Mamuju, Sulawedi Barat (Sulbar), Minggu (10/7/2022).
Hal itu mengalami peningkatan dibanding lebaran kurban tahun lalu. Jumlah itu tercatat di panitia kurban kota Mamuju.
Ketua panitia kurban kota Mamuju, Edy Suryanto menyampaikan jumlah hewan kurban yang telah pihaknya catat sebanyak 161 ekor.
Disampaikan sebelum shalat idul Adha berjamaah di anjungan pantai Manakarra Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Binanga pagi tadi.
Hewan kurban sebanyak itu dari sumbangan tokoh masyarakat Mamuju dan instansi terkait.
Seperti tokoh politik ternama keluarga besar Suhardi Duka, sumbangkan 12 ekor sapi kurban.
"Dagingnya akan kita bagikan kepada yang berhak, dan kepada korban banjir yang terjadi beberapa waktu lalu," terang Edy Suryanto.
Ia merincikan adapun instansi yang menyumbangkan hewan kurban seperti pihak rumah sakit, hingga pengurus partai politik.
Pemotongannya akan tersebar di wilayah kota Mamuju, dan rumah pemotongan hewan milik Muhammadyah Mamuju.
Kemudian sejumlah Masjid juga melakukan pemotongan dan pembagian daging kurban.
Sementara dagingnya akan dibagikan kepada seluruh yang berhak menerima khususnya warga kota Mamuju dan sekitarnya.
"Kita berharap semoga daging kurban ini bermanfaat, dan semangat kurban bagi masyarakat terus ditingkatkan," tutupnya.
Dokter hewan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Sulbar drh Ni Putu Novi Aritayanthi, memastikan hewan kurban itu dalam kondisi sehat.
"Semuanya telah diperiksa, mulai dari kuku hingga mulut, dan lendir untuk memeriksa gejala penyakit mulut dan kuku (PMK)," terang drh Ni Putu Novi Aritayanthi.
Sebanyak 161 ekor hewan kurban itu, sudah memenuhi syarat seperti usia hewan sudah cukup untuk dilakukan pemotongan.
Tanpa ditemukannya gejala PMK yang saat ini telah menjadi wabah nasional dibeberapa daerah.
"Karena memang di Sulbar ini belum ditemukan hewan bergejala PMK, daging kurban pun dalam kondisi sehat," lanjutnya.
Dia pun menghimbau kepada seluruh panitia kurban, agar melaporkan jika menemukan hewan bergejala penyakit mulut dan kuku.(SLM).









LEAVE A REPLY