Home Mamuju Jendlap Aliansi Mahasiswa, BEM, OKP Se-Sulbar Tolak Undangan Pemprov Sulbar, Ini Alasannya

Jendlap Aliansi Mahasiswa, BEM, OKP Se-Sulbar Tolak Undangan Pemprov Sulbar, Ini Alasannya

817
0
SHARE
Jendlap Aliansi Mahasiswa, BEM, OKP Se-Sulbar Tolak Undangan Pemprov Sulbar, Ini Alasannya

ESENSI7.COM MAMUJU-

Jenderal lapangan aliansi mahasiswa, BEM, OKP  SE Sulawesi barat, Masril  menolak untuk menghadiri undangan kegiatan silaturahmi organisasi kepemudaan ( OKP  ). Yang akan di gelar oleh pemprov Sulawesi Barat.

Undangan silaturahmi yang kini beredar di beberapa group Whatsap itu, akan di gelar di aula lantai tiga kantor gubernur Sulawesi Barat pada Sabtu 5 Oktober 2024. Sekiranya pada jam 15.00 WITA. Namun undangan silaturahmi terbatas itu di tolak oleh jenderal lapangan beserta aliansi mahasiswa BEM danoan OKP Se Sulawesi barat yang telah menggelar aksi hingga jilid ke VII.

"Iya benar kami menolak undangan yang di kirimkan oleh pihak penyelenggara, kami menegaskan bahwa tidak akan ada ketua OKP serta ketua BEM yang tergabung dalam aliansi yang memperjuangkan 11 tuntutan ingin menghadiri undangan tersebut" Ungkap Masril.

"Benar ada undangan, tapi kami menolak dan memboikot undangan tersebut" ,

"Pertama karna ini terbatas, yang kedua tidak sesuai dengan balasan surat undangan yang kami sodorkan ke pihak PJ Gubernur" ,

"Kami menganggap bahwa undangan tersebut tidak lain hanyalah sekedar ceremonial yang di adakan oleh pemprov Sulawesi barat, sengaja mereka buat agar kiranya dapat membatasi gerakan yang telah kami persiapkan. Juga akan membatasi aliansi dalam menyampaikan seluruh tuntutan yang kami gaungkan dalam aksi yang telah kami laksanakan yang sampai pada jilid ke VII" Terang Masril.

"Itu jelas satu bentuk penghinaan bagi gerakan yang selama ini kami laksanakan" ,

Ia menegaskan aksi unjuk rasa tersebut akan terus di laksanakan dengan semangat yang sama dan massa yang akan lebih banyak lagi. Sampai PJ gubernur Sulawesi Barat bisa mengakomodir tuntutan-tuntutan yang mereka gaungkan.

"Kami berjanji akan kembali menjadikan Kantor gubernur menjadi ladang massa aksi dan setiap daerah akan bergerak disetiap kabupaten mendesak PJ gubernur Bahtiar di usir Darii Sul-Bar" Tegasnya.

"Dan aksi ini akan memuncak di 20 Oktober serentak dengan waktu pelantikan presiden terpilih" Tutup Masril.